Saya memiliki seorang kakek dari ibu yang bernama Pair,
kata nenekku dulu “wong biyen ngunu lek njenengno anake gak koyok wong saiki,
lek biyen ngunu njenengno anake yo pas lahir e ono opo yo dijenengno iku” jadi
nama kakek ku pair itu diambil dari weton kelahiranya pahing dan dinamai pair.
Kakek ku ini lahir di kota Malang di daerah Bawang (kalau sekarang didaerah
belakang Univ. Muhammadiyah Malang) beliau termasuk anak yatim, semenjak kecil
sudah ditinggal mati ibunya, dan bapaknya bernama Pak Timbang, sangat dihormati
di daerah Bawang dan sekitarnya karena menurut keterangan dari ibuku bapaknya
kakek ku ini seorang penarik pajak diawal jaman kemerdekaan dulu, selain itu
beliau juga memiliki tanah dan sawah yang luas didaerah tersebut. Seingat saya
kakeku ini anak nomer dua dari dua bersaudara (maklum lupa).
